Cara Tumbuhan Melindungi Diri Dari Berbagai Ancaman Luar

dzarchive – Tanaman pada dasarnya tidak mempunyai sistem saraf terpusatm walau begitu, mereka tetap memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya tatkala sedang berhadapan dengan ancaman. Lalu bagaimanakah cara tumbuhan melindungi diri? Mengingat beberapa spesies memiliki duri tajam dengan fungsi menangkal hewan herbivora. Sementara tumbugan lainnya mengandung racun yang mampu membuat pemangsanya jatuh sakit, dan bahkan mati.

Cara Tanaman Melindungi Diri

1. Bulu Runcing

Trikoma atau yang juga kerap disebut sebagai bambu runcing memiliki kemampuan untuk menyengat lawannya dengan rasa sakit. Tumbuhan sejenis Jelatang dapat menumbuhkan bulu runcing demi bisa melindungi dirinya dari ancaman.

Selain itu, Jelatang juga mampu menyuntikkan racunnya pada luka lawan terdampak trikoma. Konon kabarnya, Jelatang Tropis daoat menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga kematian.

2. Ideoblas

Ideoblas pada tumbuhan sejatinya merupakan jaringan sel dengan fungsi berbeda dari sel-sel di sekitarnya. ‘Sel khusus’ ini memiliki berbagai senyawa pertahanan di dalamnya. Sebut saja kristal tajam hingga bahan kimia pemicu rasa sakit. Diketahui, jaringan ini bisa meledak apabila pertahanannya terganggu.

Dieffenbachia, alias tumbuhan rumahan bunga bahagia yang mengandung ideoblas dalam sel pertahanannya. Tanaman ini mampu menembakkan kristal kalsium oksalat pada mulut predatornya. Lalu, Dieffenbachia akan melepaskan enzim beracun setara dengan racun reptil. Racun ini dapat mengakibatkan gejala kelumpuhan hingga hilangnya kemampuan berbicara untuk korbannya.

3. Kepekaan

Kepekaan atau sensitif, sama seperti putri malu, menutup daunnya bila memperoleh rangsangan berupa sentuhan. Sehingga membuatnya tampak tidak menarik lagi hingga predator memilih untuk tidak menyantapnya.

4. Senyawa Kimia

Sama halnya seperti manusia, beberapa jenis tumbuhan yang terserang hama, berada dalam kondisi dehidrasi atau kekeringan, hingga terinfeksi oleh mikroba akan menjadi stres. Pada saat itu, tumbuhan akan memberikan respon dengan melepaskan senyawa organik yang bisa menguap dengan mudah. Hal ini akan berpengaruh terhadap tanaman-tanaman lain di sekitarnya.

Tanaman sejenis ini berpotensi akan meningkatkan konsentrasi senyawa beracunnya guna menangkal musuh terdekatnya. Atau malah akan menarik predatornya untuk mendekat. Beberapa penelitian baru-baru ini, ditemukan bahwasanya tanaman dapat berkomunikasi lewat bahan kimia dari akarnya melalui jaringan simbion jamur.

5. Racun

Kita semua tahu jika beberapa jenis tanaman mengandung racun berbahaya dalam dirinya. Akan tetapi, tidak semua racun efektif menangkal organisme. Burung contohnya, tidak akan terpengaruh oleh urushiol, alias minyak beracun yang diproduksi oleh daun ivy. Adapula kupu-kupu raja yang malah mengunyah bunga milkweed sekaligus menyerap seluruh glikosida yang dihasilkan tanaman liar, padahal hal tersebut beracun bagi predator lain.

Manusia mampu merubah macam-macam racun dari tanaman untuk digunakan dalam berbagai macam tujuan. Piretrin dari krisan misalnya, bisa diubah menjadi insektisida. Malah, risin dari biji jarak pun bisa diolah menjadi penangkal serangga dibrumah.

Baca Juga : Cara Transfer Pulsa Smartfren dengan Mudah

Itulah beberapa cara tumbuhan melindungi diri dari berbagai kemungkinan ancaman di sekitarnya. Cukup menarik ya?